KOEFISIEN KORELASI SPEARMAN DAN TAU KENDALL UNTUK MENDUGA KORELASI POPULASI


RINGKASAN


Dalam sebuah penelitian kadangkala sulit untuk mengamati seluruh populasi, karena keterbatasan biaya dan waktu. Cara yang paling mudah adalah dengan mengamati contoh acak dari suatu populasi. Sama halnya dengan mencari koefisien korelasi antara dua variabel variabel yang diamati, perhitungan dengan menggunakan data contoh akan lebih mudah dibandingkan dengan data populasi. Akan tetapi, kita perlu tahu koefisien korelasi apa yang lebih baik dalam menduga koefisien populasi. Dengan membandingkan selisih rata – rata koefisien korelasi populasi  dengan koefisien korelasi contoh kita dapat mengetahui koefisien korelasi yang paling baik dalam menduga koefisien korelasi populasi. Aplikasi SAS dapat membantu kita untuk mencari perbandingan antara koefisien korelasi Spearman dengan koefisien korelasi Tau-Kendall dalam menduga populasi.





1.1    Latar Belakang

Hubungan antara variabel – variabel yang diamati dalam sebuah penelitian sangat penting untuk diketahui. Bebas atau tidaknya hubungan antar variabel yang diamati dan hubungan keeratan antara variabel – variabel tersebut perlu sangat diperlukan dalam melakukan uji – uji statistik. 
Untuk data non-parametrik khususnya data nominal dan ordinal bisa digunakan uji khi-kuadrat untuk mengetahui apakah hubungan antara dua peubah saling berhubungan atau saling bebas. Namun informasi mengenai ukuran keeratan hubungan variabel tersebut belum bisa dihitung dengan uji khi-kuadrat. Oleh karena itu, perlu dilakukan uji Spearman dan Tau-Kendall serta menentukan koefisien korelasinya.
Dalam sebuah penelitian kadangkala tidak mungkin untuk mengamati seluruh populasi yang menjadi objek amatan akibat keterbatasan waktu dan biaya. Dalam analisis korelasi ini akan dijelaskan bagaimana korelasi data contoh dapat menduga  korelasi populasi. 
Perhitungan koefisien korelasi Spearman dan Tau-Kendal cukup sulit dilakukan secara manual. Perhitungan dengan komputasi adalah metode yang lebih mudah untuk digunakan, terutama untuk data yang cukup besar. Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan telah banyak software – software statistika yang dapat menghitung korelasi antar variabel ini. Salah satunya adalah dengan  menggunakan software SAS.
KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD MAKALAHNYA

MACRO SAS untuk uji kenormalan multivariat chi-square qqplot


Dalam mengolah suatu data sangat diperlukan informasi mengenai sebaran data yang akan kita olah. Beberapa uji dalam statistika menggunakan asumsi bahwa data menyebar normal. Oleh karena itu uji kenormalan suatu data sangat diperlukan. Untuk data univariat dpat digunakan uji kenormalan kosmolgorov-smirnov sedangkan untuk data multivariat digunakan uji kenormalan chi-square qqplot.
Berikut adalah macro SAS untuk uji kenormalan chi- square qqplot:
download macro SAS
untuk menggunakannya, minimal tuliskan  %cqplot(Data="datakamu", var="a b c").

The History of Valentine



Semua pasti tau kan kapan hari Valentine? dan pasti tau kan apa yang biasa dilakuin di hari Valentine?
Tapi mungkin kita gak tau asal - usul dari hari Valentine. Jangan khawatir kita disini bakal cerita gimana asal-usul Valentine

Entah kapan dan siapa yang memulainya, setap tanggal 14 Februari disebut hari Valentine atau hari kasih sayang dan dirayakan di Indonesia yang masyarakatnya mayoritas Muslim. Namun sepenggal sejarah mengatakan bahwa tanggal 14 Februari itu ditujukan untuk memperingati kematian seorang pendeta bernama Santo Valentino yang dihukum pancung oleh kerajaan karena menikahkan sepasang remaja secara diam - diam ketika kerajaan lagi ngebutuhin tenaga pemuda untuk menjadi prajurit kerajaan. Tapi sebaliknya, pihak gereja justru menganggapnya sebagai pahlawan dan memberi penghargaan kepada pendeta Santo Valentino karena telah merealisasikan cinta sepasang kekasih dan menghantarkannya pada sebuah pernikahan.

Selain alasan di atas, hari Valentine juga diperingati sebagai akibat pengaruh kebudayaan nenek moyang bangsa Romawi yang memuja Dewa Lupracus dan Dewa Faurus. Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan tengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.

Sebagai bagian dari dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus menyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit dimba dan menyentuh siapapun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikaruniai kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah (Wikipedia Indonesia).

Ada juga yang mengisahkan bahwa ritual itu memberikan kesempatan kepada para gadis untuk menyampaikan ungkapan cintanya kepada para pemuda melalui sebuah jambangan besar, lalu para pemuda menerima ungkapan cinta itu dan mereka saling berpasangan, berduaan, berdansa dan selanjutnya melakukan hubungan suami istri alias berzina (iiiihhh.. amit-amit). Pada abad ke 5, ritual ini diperingati sebagai hari kasih sayang dan tanggalnya dimajukan 1 hari menjadi tanggal 14 Februari bertepatan dengan kematian pendeta Santo Valentino yang dianggap sebagai pahlawan cinta.

Nah... sekarang udah tau semua kan gimana Valentine itu ada dan gmana sejarahnya? Yang jelas, apapun yang kita lakukan itu pasti akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Dan kalo kita ingin berkasih sayang, nggak perlu mesti tanggal 14 Februari aja kan dan jangan ampe zina-zinaan segala kan dosa. So.. jangan pernah ngeakuin tindakan diluar batasan hukum dan agama kita.. ok..

ANTARA IMLEK DAN HUJAN


Hujan Dan Imlek seringkali dikaitkan, afdolnya perayaan imlek itu kalau dibarengi dengan hujan, kalau tanpa hujan imlek terasa kuranglah berkah, itu berdasarkan keyakinan Sebagian orang yang merayakannya.
“Hujan itu pertanda rejeki. Jadi kalau pas Imlek hujan deras, itu melambangkan tahun depan banyak rejeki. Dan, memang biasanya setiap Imlek hampir selalu hujan sih, karena pasti musim hujan,” kata Olivia Kristie (27).Christiani Haryono, warga Semarang yang seumur dengan Olivia menimpali, “Semakin deras hujannya, semakin banyak rejeki.” Banyak yang memiliki pendapat seperti Olivia dan Cristiani, sehingga bolehlah kita tarik kesimpulan bahwa hujan besar dan malam tahun baru itu memang selalu berkaitan, bagai Anda dengan pasangan Anda. Dan tentu saja ada maknanya, yaitu simbol rejeki. Semakin deras hujan turun, semakin besar rejeki yang bakal Anda peroleh.
Imlek yang disertai hujan yang lebat, dipercayai akan membawa keberuntungan di tahun depan, tapi Ada juga yang menganggap gak Ada hubungan apa-apa antara hujan Dan Imlek, semakin besar hujan yang menyertai imlek, semakin besar rejeki yang akan datang di tahun depan, begitulah yang diyakini teman-teman yang merayakan imlek. Masalah kebenarannya keyakinan ini mungkin bisa ditanyakan langsung pada teman-teman yang merayakan, Dan merasakan keberuntungan tersebut.

310111(gokillers,garut dan elegi adaboy)


Dimulai dari sebuah pertemuan di cipto roso, tukang nasi goreng uang membuka usahanya di depan bengkel dekat mesjid agung lembang. "coy, januari ka dupan yuah", sebuah celetukan yang diharapkan bukan hanya pepeletekan (ngomong doang!). "SIP! tanggal 31, saenggeus si gajah balik ti gunung".Ya, salah satu teman saya sebut saja gajah adalah seorang PA (pecinta alam) yang katanya mau ngospek adik kelasnya. Teman - teman yang lain sepertinya tidak ada masalah asalkan ada surat sakti. Surat sakti adalah surat keterangan sakit yang dilengkapi dengan cap puskesmas yang mereka palsukan agar bisa bolos kerja. Semua udah setuju, tapi dalam hati masih ada keraguan. Mungkinkah ini hanya akan menjadi pepeletekan seperti biasanya.

Ternyata biaya untuk ke dupan emang terlalu mahal buat saku kita, dan liburan yang asalnya ke dupan dialihkan ke Garut. Sabda Alam adalah tempat yang kami tuju, sebuah taman air yang airnya hangat dan disertai dengan gogolosoran yang lumayan okey. Saya pun ragu apakah ini masih bisa disebut pepeletekan atau bukan, tapi seenggaknya liburan ini jadi. yeee.....

Kabar Buruk! Boled dan Kibul gak bisa ikut. Si Boled emang sibuk dengan pekerjaannya sebagai tukang endog (telor), dan dia gak bisa bolos karena sebelumnya sudah dua hari bolos yang katanya buat ngedate bareng cintya pacarnya yang notabene adalah mantan si Kibul. Ya, inilah gokillers "nyiku ti kenca" emang sering terjadi, tapi persahabatan tetap terjalin. Klo si kibul katanya udah ketauan bosnya mau pergi ke Garut, maklum bosnya update di FB. Sepertinya turing kali ini emang cuma 6 orang.

Jam 6 lebih anak - anak sudah kumpul di rumah jeck. Rumah jeck emang udah jadi tempat kumpul kita dari dulu. sekitar 3 jam perjalanan akhirnya puku 10.00 kita sampai di Sabda Alam, Garut. Tiga puluh ribu kocek yang harus dikeluaran untuk tiket masuk ke taman air tersebut. Berenang, maen kartu, dan terapi ikan ternyata membuat waktu cepat berlalu. Sekitar pukul 2 siang kita bersiap untuk pergi ke Garut Kota buat nyari ADABOY...

Adaboy adalah semacam roti yang di dalamnya ada pisang (Apink, 2011). Kenapa roti itu disebut adaboy? konon katanya saat roti itu dibelah ternyata ada pisangnya, pisang ini dianalogikan dengan laki - laki (boy). Maka dari  itu roti ini disebut adaboy. Karena penasaran saya mencoba bertanya pada teman saya yang merupakan ketua organisasi mahasiswa daerah Garut di IPB, dan ternyata dia tidak tahu. Disitu saya semakin ragu tentang keberadaan adaboy, saya pikir adaboy hanya mitos masyarakat sekitar saja.

Ternyata benar, beberapa orang yang kami tanya di Garut, tidak semua orang mengetahui yang namanya adaboy. Beberapa jam kami berkeliling Garut tepatnya di sekitar Jl.Ahmad Yani (sebuah jalan di kota Garut yang katanya terdapat adaboy), tidak satupun adaboy yang kami dapat. Hampir putus asa akhirnya kami membeli dorokdok di daerah situ.  Mungkin ini emang udah rezeki tukang adaboy, tidak jauh dari tukang dorokdok ada yang jual adaboy. Saking langkanya tu makanan, ternyata hanya tinggal 6 buah lagi. Tanpa pikir panjang kami langsung membeli roti seharga 600 rupiah itu. Rasanya gak jauh beda ama roti isi pisang. Gak ada yang istimewa, tapi seenggaknya tujuan kami ke kota Garut sudah tercapai.

Sekitar pukul 5 sore kami pun pulang ke Lembang dengan tenang. Sesampainya di Bandung kami makan di HDL, sebuah restoran seafood di daerah cilaki dekat taman lansia. Satu porsi udang lada hitam seharga Rp.45.000 dimakan sama dua orang. Maklum harganya rada mewah. Ya, sebuah perjalanan mengharukan yang hanya menghabiskan kocek 100 rbu rupiah itu akhirnya berakhir. kami sampai di lembang jam 9 malam. Dan sekarang saya menulis di blog ini jam 12 malam.

Itulah hari - hari yang menyenangkan bersama gokillers. Mungkin bagi sebagian orang tulisan ini gak beda jauh ama sampah. Tapi inilah cara saya untuk mengekspresikan kebahagiaan saya memiliki teman - teman gokillers.  maaf klo fotonya terbatas, semuanya demi terjaganya sebuah kebohongan. hhe
wassalam